Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2023

Janjane karepe opo?

Gambar
Jamane wes akhir wonge podo edan, kontal-kantul ra katokan Kadung tresno, opo wae dibenerno Kapan rak tresno, wahing wae di olo-olo Wong pingin mangan iwak segoro, mbok dijarno Yen pinginmu mangan sate, yo karepmu to Tujuane kan yo podo, pingine warek, wetenge lego Ngono wae kok ra iso Ono wong watuk dipoto, jare adzabe Alloh Ono wong ngguyu-ngguyu dipoto, jare kok gak wedi doso Ono wong senenge melaku, dongone mugo-mugo lempoh Ono wong lungguh wae, jare gak nduwe ghiroh Ngalor-ngidul dodolan agomo neng nggon-nggon seng ra pokro Suwargo koyo-koyo wes gak iso di nggoni wong liyo Yen ra podo pendapete, jarene musuhe agomo Opo yo gak miker yen agomo iku we’e gusti Alloh Jarene pingin kabeh damai, mbok yo seng pinter olehe jogo lambe Jarene pingin kabeh aman, mbok yo tingkahe ojo pecicilan koyo preman Jarene pingin kabeh ketoto, mbok yo laku - omonge dewe ditoto Janjane karepe opo to?

Beberapa Karomah Syekh Maimun Zubair

Gambar
Hari Selasa pagi tanggal 06 Agustus 2019, cuaca di Makkah mendadak berubah sejuk. Padahal di Makkah beberapa hari terakhir cuacanya sangat panas, malam berkisar 36 derajat celcius lebih dan siang hari bahkan mencapai 50 derajat celcius. Tiba-tiba terjadi hujan, jalanan bergenangan air. Matahari tertutup awan. Makkah berkabung bahkan menangisi kepergian Maha Kiyai Syaikhina Maimun Zubair untuk menghadap Rabbul ‘izzati. Pada 21 juli 2023 kemarin Makam Mbah Maimun Zubair juga dibongkar oleh petugas makam dan akan dipindahkan, karena pemerintah Arab Saudi mempunyai kebijakan, jasad-jasad yang telah wafat dan dikuburkan di makam Ma’la yang sudah 3 sampai 4 tahun akan dibongkar dan dipindahkan, Pemerintah Arab Saudi melakukan ini, karena lahan pemakaman di Makkah sangatlah terbatas. Tetapi ketika melihat jasad Mbah Maimun masih utuh, akhirnya sehari kemudian makam mbah maimun tersebut kembali ditutup dan tidak jadi dipindahkan. Sebelum wafat, Syaikhina Maimun Zubair juga banyak memiliki karo...

Sang Maha Kiyai I Syaikhina Maimun Zubair Sarang

Gambar
Pagi menjelang siang, di Pondok Pesantren Al Hidayat, Lasem, Rembang, sekitar tahun 1950. Para kiai berkumpul di ruang tamu ndalem Mbah Ma'shum, untuk suatu acara. Seperti umumnya, para kiai saling beramah tamah. "Putra Kiai Zubair Sarang datang dari Mekkah," seorang kiai mengabarkan kepada segenap tamu. Ramah tamah yang awalnya "biasa-biasa saja" seperti berubah menjadi sesuatu yang luar biasa. "Siapa namanya?" Mbah Ma'shum bertanya. Beliau perlu bertanya sebab orang yang dibicarakan belum masuk lingkaran kiai khos di lingkungan Mbah Ma'shum (yang saat itu telah berusia 80 tahun). "Gus Maimun...," jawab kiai pemberi kabar. Para kiai di ndalem itu, sebenarnya, masih banyak yang belum mengenal putra Mbah Zubair yang bernama Gus Maimun itu. Akan tetapi, setelah hening beberapa waktu, ada respon. "Dia orang 'alim...," Mbah Ma'shum memuji. "Dia seorang faqih...," kiai lain memujinya. "Dia seorang sufi.....

Dalil Bersalaman dengan Orang Yang Baru Pulang Dari Haji

Gambar
Diceritakan dalam sebuah hadits riwayat Ahmad dari Abdullah Ibnu Umar RA, Ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: "إِذَا لَقِيتَ الْحَاجَّ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَصَافِحْهُ، وَمُرْهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بَيْتَهُ، فَإِنَّهُ مَغْفُورٌ لَهُ . [1] “ Apabila engkau bertemu dengan orang yang (baru pulang dari) ibadah haji , maka ucapkanlah salam, lalu jabatlah tangannya dan mintalah kepadanya, agar ia memintakan ampunan (kepada Allah) untukmu sebelum ia masuk kerumahnya, maka niscaya dosa-dosa itu terampuni karena (do’a) nya ”. Secara dzohir, hadits di atas menganjurkan agar kita menyambut kedatangan orang yang baru pulang dari beribadah haji dengan mengucapkan salam dan menjabat tangannya serta meminta do’anya, sebelum ia masuk kerumahnya, karena do’anya mustajabah pada saat itu. Bahkan disebutkan dalam kitab Ihya’ Ulumiddin, dari Umar RA. Bahwa anjuran tersebut memanja...

Do'a ketika ada Angin Kencang

Gambar
Angin merupakan makhluk Allah Swt yang disebabkan oleh rotasi bumi dan perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke tempat yang bertekanan udara rendah. Angin yang kencang kadang membawa bencana. Untuk itu Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar selalu berdoa ketika menghadapi angin kencang. Riwayat ini disebutkan dalam kitab Al-Adzkar An-Nawawi halaman 152 sebagai berikut: عن أبي هريرة رضى الله عنه قال سمعت رسوالله صلى الله عليه وسلم يقول الريح من روح الله تعالى تأتي الرحمة وتأتي العذاب، فإذا رأيتموها فلا تسبوها وسلوا الله خيرها واستعينوا بالله من شرها  Artinya, “Abu Hurairah RA berkata, ia mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Angin adalah nikmat dari Allah SWT yang kadang mendatangkan rahmat dan kadang mendatangkan azhab. Karena itu apabila kalian menyaksikan, maka jangan dicaci maki, tapi perbanyaklah meminta kepada Allah kebaikan dengan adanya angin dan memohon perlindungan kepada-Nya dari angin yang tidak baik." قَالَت عَا...

Demokrasi Pancasila dari Bingkai Dzikir Bareng

Gambar
Dzikrullah ialah mengingat Allah swt. Dalam arti luas, dzikrullah meliputi semua aktifitas manusia yang didalamnya ada dorongan untuk mengingat Allah swt dan Rasul-Nya, misalnya sholat, bertasbih, bertahlil, bertakbir, memuji-muji Allah, majlisil ilmi, majlis madchur Rasul, membaca riwayat para utusan Allah dan para kekasih-kekasih Allah, dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Dalam tradisi NU, ada banyak model dan corak dari dzikir tersebut, dari yang sendirian sampai yang dilakukan berjamaah (dzikir bersama/bareng). Seperti yasinan, manakiban, tahlilan, tujuh harian bagi orang yang meninggal, haul, dan lain-lain. Dalam ritual yasinan, tahlilan, manakiban dan lain-lain, terdapat dimensi ubudiyah, yakni beribadah kepada Allah. Meskipun dalam ritual tersebut setiap orang berbeda-beda dalam niat dan tujuan, ada yang tulus bertaqorrub kepada Allah, ada yang karena memenuhi panggilan jiwa yang gersang dan hampa, ada juga yang datang karena stress dihimpit persoalan ru...

Tentang Beser atau Da’imul Hadats

Gambar
Da`im al-hadats atau orang yang selalu berhadats, seperti orang yang sedang istihadloh, orang yang beser kencing, beser mazhi dan orang yang mempunyai luka yang darahnya terus mengalir. Dia mempunyai hukum khusus di dalam fiqih. Bagi da’imul hadats (orang yang selalu hadats) diharuskan berwudlu setiap kali mau melakukan ibadah fardlu. Artinya satu wudlu untuk satu ibadah fardlu. Sedangkan ibadah-ibadah sunnah, ia boleh melakukan sebanyak yang ia mau (I'anatut Tholibin I / 47). Ia juga harus melepas dan mensucikan pembalut atau sejenisnya (maa fii ma’naahu) yang ia pakai, dan juga harus membersihkan tempat keluarnya kotoran atau najis, setiap kali hendak melakukan sholat fardlu. Sebagaimana dikemukakan dalam kitab al-Fatawi al-Kubra karangan Ibnu Hajar al-Haitami, juz 1, halaman 166, cet: Darul Fikri Bairut : قَالَ ابْنُ الْعِمَادِ وَيُعْفَى عَنْ قَلِيلِ سَلِسِ الْبَوْلِ فِي الثَّوْبِ وَالْعِصَابَةِ بِالنِّسْبَةِ لِتِلْكَ الصَّلَاةِ خَاصَّةً .وَأَمَّا بِالنِّسْبَةِ لِلصَّلَاةِ الْآ...

Matarantai Aqidah Aswaja

Gambar
Sistem pemahaman Aqidah Islamiyyah menurut Ahlussunnah wal Jamaah sebenarnya hanyalah merupakan kelangsungan d e sain yang dilakukan sejak zaman Rasulullah saw dan Khulafa’ur-rosyidin. Tetapi system pemahan ini baru menonjol setelah abad ke-2 H, yaitu setelah lahirnya madzhab Mu’tazilah. Dalam konteks sejarah para imam Ahlussunnah wal Jama’ah dalam bidang aqidah atau Ilmu Kalam telah ada sejak zaman sahabat Nabi Muhammad saw. Imam Ahlussunnah wal Jamaah pada saat itu adalah Ali bin Abi Tholib, yang berjasa membendung pendapat golongan Khowarij tentang al-Wa’du wal Wa’id (janji dan ancaman) dan membendung pendapat golongan Qodariyah tentang masyi’ah dan Istitho’ah (kehendak tuhan dan daya manusia), serta kebebasan berkehendak dan kebebasan berbuat. Selain Sayyidina Ali, masih ada Abdullah bin Amr yang menolak pendapat Ma’bad al-Juhani tentang kebebasan berkehendak bagi manusia. Di era tabi’in, muncul beberapa imam yang mngemban misi Ahlussunnah wal Jamaah, diantaranya, Umar bin...

Hadits 7 Agama adalah Nasihat

Gambar
عَنْ أبي رقية تَمِيمٍ ين أوس الدَّارِيِّ رضي الله تعالى عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وأله وَسَلَّمَ، قَالَ: الدِّينُ النَّصِيحَةُ. قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ. (رواه مسلم) Dari Abi Ruqoyyah Tamim bin Aus Ad-Dari bahwa Nabi SAW bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami (sahabat Nabi) bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, Kitab, Rasul, para pemimpin muslimin dan mereka secara umum.” (HR. Muslim). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Syafi’i, Ahmad, Darimi, Ibnu Hibban, Thabrani dan masih ada yang lainnya. Ini adalah hadits shohih. Artinya, bisa dipakai dan diamalkan karena dari segi sanad (jalur periwayat) dan matan (isi atau konten hadits) tidak ada cacatnya. Hadits ini satu-satunya yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat bernama Tamim Ad-Dari. Nasihat menurut lughot artinya ikhlas. Memberi nasihat adalah fardu kifayah. Jika sudah dilakukan oleh...

Tenyata Begini Hukum Berbohong Menurut Ahli Fiqih

Gambar
Para pakar fiqih menetapkan bahwa berbohong hukum asalnya adalah haram, tetapi pada kasus-kasus tertentu berbohong itu diperbolehkan, seperti di dalam medan perang, untuk keharmonisan suami dan istri, dan dalamrangka mendamaikan orang yang sedang bertikai (ishlah). عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ يَحِلُّ الْكَذِبُ إِلاَّ فِى ثَلاَثٍ، يُحَدِّثُ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ لِيُرْضِيَهَا، وَالْكَذِبُ فِى الْحَرْبِ، وَالْكَذِبُ لِيُصْلِحَ بَيْنَ النَّاسِ. وَقَالَ مَحْمُودٌ فِى حَدِيثِهِ "لاَ يَصْلُحُ الْكَذِبُ إِلاَّ فِى ثَلاَثٍ". قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ أَسْمَاءَ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ خُثَيْمٍ.  Artinya: Dari Asma’ binti Yazid dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Bohong itu tidak halal kecuali dalam tiga hal, (yaitu), suami pada istrinya agar mendapat ridho istrinya, bohong dalam perang, dan bohong untuk mendamaikan diantara manusia”. Mahmud berkata dalam haditsnya: “Tidak boleh berb...

Cintah Tanah Air Bukan Ashobiyah

Gambar
Dalam bahasa Arab, istilah tanah air dikenal dengan kata wathanyang berarti tanah air, tanah kelahiran, atau negeri. Kata lain yang juga digunakan adalah daar yang biasa diartikan rumah, tempat tinggal, negeri, atau sejenisnya. Al-Jurjani pernah menyebut istilah al-wathan al-ashli, yaitu tempat kelahiran seseorang dan negeri di mana ia tinggal di dalamnya. “Al-wathan al-ashli adalah tempat kelahiran seseorang dan negeri di mana ia tinggal di dalamnya,” (Lihat Ali bin Muhammad bin Ali Al-Jurjani, At-Ta`rifat, Beirut, Darul Kitab Al-‘Arabi, cet ke-1, 1405 H, halaman 327). Tempat tinggal merupakan keperluan alamiah (thabi’i). Seluruh manusia, bahkan juga binatang, meniscayakan kebutuhan yang satu ini. Tapi mencintainya adalah bagian dari mencintai kebutuhan primer manusiawi yang memang sangat dijunjung tinggi oleh syariat. Tidak salah bila para ulama mengatakan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman (hubbul wathan minal iman). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri per...

Jika Hewan disembelih Sampai Dua Kali

Gambar
Kata “hewan disembelih dua kali”, atau kata “hewan sudah disembelih masih hidup, sampai disembelih lagi”. Kedua perkataan tersebut bisa difahami : Pertama, ada hewan yang sembelihannya belum sempurna, bisa hulqumnya atau mari'nya yang belum terpotong, kemudian disembelih lagi. Jika demikan, apabila penyembelihan yang kedua dilakukan secepatnya, maka halal dagingnya, kecuali kalau penyembelihan yang kedua tidak dilakukan secepatnya, terpaut lama, maka disyaratkan adanya hayatun mustaqirroh pada penyembelihan yang kedua. seperti dijelaskan dalam al-Fiqhu ‘Ala Madzahibil Arba’ah karya Syekh AbdurRohman al-Jaziri dan kitab Tanwirul Qulub dan kitab Hasiyah Al-Bajuri karya Syekh Ibrohim Al-Baijuri. Sedangkan yang dimaksud dengan “Hayatun mustaqirrah” adalah adanya pandangan yang wajar, suara yang wajar dan gerakan yang wajar pada hewan. Sebagian ulama’ mengatakan, “Hayatun mustaqirrah” adalah seandainya hewan tersebut dibiarkan, maka ia akan bertahan hidup selama satu atau dua hari.  K...