Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Syarah Hadits Arba'in Imam Nawawi Karya Ibnu Daqiq Al 'Ied

Gambar
Hadits Arba'in adalah kumpulan 42 hadits yang dikumpulkan oleh Imam Nawawi. Hadits-hadits tersebut berkaitan dengan pilar-pilar dalam agama Islam. Syarah Hadits Arba'in Imam Nawawi karya al-Imam al-Allamah Ibnu Daqiq Al I'ed ini memperjelas makna dari 42 hadits yang ada dalam kitab tersebut. Uraian beliau ringkas, jelas, serta mudah dipahami. Monggo dibaca sendiri atau bisa di download dengan mengklik kotak kecil ada panahnya di atas kanan tampilan kitab, nanti pembaca akan diarahkan ke google drive, baru bisa didownload disitu.  

Hadits 5 Bahaya Bid'ah

Gambar
عَنْ أُمِّ المُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ. وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ. Dari Ummul Mukminin Ummu Abdillah ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengada-mengada dalam urusan kami ini yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak.” HR. Al-Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim, “Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintahnya dari kami, maka amal itu tertolak. Dalam menyikapi hadits ini, golongan ahlussunnah wal jama’ah (baca “NU”) sangat berhati-hati dan tidak gegabah menilai bahwa semua hal baru yang dilakukan oleh umat islam berarti bid’ah. Karena menuduh bid’ah berarti menuduh sesat dan setiap kesesatan akan berujung di neraka. Artinya ketika menjudge seorang muslim melakukan bid’ah, berarti...

Hadits 4 Proses Penciptaan Manusia dan Keniscayaan Takdir

Gambar
  عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, قَلَ : حَدَّثَنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ المَصْدُوْقُ : اِنَّ أَحَدُكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ في بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نُطْفَةً ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذلك ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذلك, ثُمَّ يُرْسَلُ اِلَيْهِ المَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ, وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَوَالَّذِي لَا اله غَيْرُهُ, اِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حتّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا اِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حتى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا اِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ الجَنَّةِ فَيَدخُلُهَا Dari Abu ‘Abdurrahman ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menceritakan kepada kami, dan beliau adalah ash-Shadiq al-Mashduq (yang be...

Tradisi Bersih Desa di Bulan Dzulqo’dah

Gambar
Bulan Dzulqo’dah adalah bulan kesebelas dalam penanggalan Hijriyah, sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa bulan ini masuk dalam kategori asyhurul hurum. Dalam penyebutan bulan Jawa, dikenal dengan bulan selo dan bulan Apit atau Longkang. Pada umumnya, masyarakat Jawa menggunakan bulan Selo untuk melakukan acara bersih desa, yaitu memberikan penghormatan kepada yang mbahurekso dan memberikan berkah melimpah pada desa tersebut. Namun pada saat masuknya Islam ke tanah jawa, tradisi itu mengalami pergeseran esensial di dalamnya, meskipun beberapa daerah masih mempertahankan tradisi itu apa adanya. Dahulu, bersih desa dimaksudkan untuk memberikan sesaji dan melakukan ritual pemujaan pada sosok yang mbahurekso di tempat tersebut, namun saat Islam datang, tradisi itu dilakukan sebagai upacara pemujaan dan rasa syukur kepada Allah SWT, dengan cara berdzikir, bersholawat dan bersedekah. Untuk itu tradisi Bersih Desa ini juga dekenal dengan Sedekah Bumi. Kemudian kenapa dalam penanggalan j...

Keutamaan Bulan Dzulqa’dah

Gambar
  Bulan Dzulqa’dah adalah salah satu bulan di antara bulan-bulan yang disebut oleh Allah sebagai asyhurul hurum. Allah SWT berfirman dalam Q.S. At-Taubah ayat 36 : إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (التوبة: 36)  “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya (terdapat) empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama-sama orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah ayat 36) Dalam sebuah hadits yang dir...

I'anah 'Alat Tho'ah

Gambar
A. Pengertian I’anah ‘Alat Tho’ah I’anah adalah bahasa arab, yang artinya menolong, menolong orang buta menyeberang jalan, menolong anak menyiapkan peralatan sekolah, dan lain-lain. At-Tho’ah juga bahasa arab (indonesianya “taat”) artinya patuh atau mencocoki perintah dengan sukarela (tidak terpaksa)[1]. I’anah ‘alat Tho’ah berarti, menolong diri sendiri atau orang lain dalam melakukan hal-hal yang sesuai dengan perintah Allah SWT dengan sukarela. Kemudian jika setiap pribadi melakukan I’anah ‘alat Tho’ah,maka akan timbul ta’aawun ‘alat Tho’ah (tolong-menolong atas melakukan ketaatan). I’anah ‘alat Tho’ah juga bisa di artikan sebagai sebuah pengorbanan seseorang dalam memenuhi perintah-perintah Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT. Dalam surat Al-Hajj ayat 40. Ath-Thobari mengatakan, bahwa arti Nashrullah ‘abdahu adalah Ma’uunatuhu iyyahu (bantuan Allah terhadap hambanya), sedangkan arti dari Nashrul ‘Abdi Robbahu adalah Jihaaduhu fi Sabiliihi (pengorbanannya dijalan All...

Beda antara Salafus-Shaleh Ori dan KW

Gambar
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِى، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، متفق عليه Rasulullah SAW bersabda ; Sebaik-baik manusia adalah yang semasa denganku, lalu masa yang menyandingi mereka, kemudian masa yang menyandingi mereka. (Muttafaq Alaih). Artinya, orang terbaik adalah orang-orang yang semasa dengan Nabi kita Muhammad SAW yaitu masa shohabah, lalu masa setelahnya, yaitu masa tabi’iin, kemudian masa setelah tabiin, yaitu, tabiit-tabiin. Tiga masa ini dikenal dengan masa as-Salafus Shalih. Kemudian apa benar kalau Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim al-Jauzi dan Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi adalah termasuk generasi Salafus Shalih, sebagaimana pemahaman sebagian umat islam yang gagal faham itu? Baiklah kita runut dari awal… Generasi pertama yaitu generasi sahabat, mereka semua adil, akan tetapi di antara mereka ada tingkatan-tingkatan keutamaannya, yaitu, 1). Abu Bakar as-Shiddiq ra. 2). Umar bin Khottob al-Faru...

Bersholawat Tidak Ada Kata Mardud

Gambar
Bersholawat adalah salah satu bentuk kecintaan terhadap kanjeng Nabi SAW, amalan ini bisa mendekatkan hubungan kita dengan beliau, bagaimana tidak? Kalau setiap hari 10 – 1000x menyebut nama seraya bersholawat kepada beliau, tentu beliau akan merasa dan peduli kemudian mendekat kepada kita, kalau kita dekat dengan kanjeng Nabi SAW, tentu kita akan dekat juga dengan Allah SWT, karena kanjeng Nabi adalah kekasih-NYA. “Allahumma sholli wasallim ‘alaih”. Kedekatan kita dengan Nabi SAW, melalui bacaan sholawat kita yang terus menerus (istiqomah) ini tidak terbantahkan. Sebagaimana kata syekh Syihabuddin al-Qulyubi asy-Syafii dalam kitab Sa’aadatud Daaroini , halaman 34, “bersolawat adalah amalan ketaatan yang paling mudah dan bisa mendekatkan kita kepada al-Malikul Jalil (Allah). Amalan ini diterima (maqbulah) dari siapapun, dalam keadaan apapun asal dia ikhlas. Jika dengan ria (pamer) sekalipun amalan ini juga masih maqbulah menurut beberapa qoul (ulama)”. Dalam kitab Kifayatul...

Do’a Setelah Sholat Hajat

Gambar
Selesai shalat hajat hendaknya seseorang memuji Allah dan membaca shalawat untuk Rasulullah SAW. kemudian membaca doa seperti yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ   Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn. Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan ...

Salam Kepada Anak Kecil

Gambar
  Disunahkan memberi salam kepada anak kecil, karena di dalamnya terdapat pendidikan tentang anjuran berucap salam. Rasulallah SAW bersabda: عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ مَرَّ عَلَى صِبْيَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ وَقَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُهُ (أخرجه البخاري في كتاب الاستئذان باب التسليم على الصبيان، ومسلم في كتاب السلام باب استحباب السلام على الصبيان) Dalam kitab fathul barri juz 11 halaman 14, imam ibnu hajar al-asqolani menjelaskan bahwa ketika seseorang memberi salam kepada anak kecil maka anak tersebut tidak wajib menjawab, karena anak kecil tersebut belum mukalaf, sedangkan jika anak kecil memberi salam kepada orang dewasa maka salam tersebut wajib untuk di jawab.

Salam Ketika Masuk Rumah

Gambar
Tidak boleh masuk rumah orang lain kecuali harus terlebih dahulu meminta izin dan memberi salam. Jika tidak ada seseorang di dalamnya, maka tidak boleh langsung masuk kecuali sudah diberi izin oleh orang yang punya rumah. Kemudian jika tidak diterima untuk bertamu, maka lebih baik pulang jangan memaksakan diri. Rasulullah saw bersabda : “minta Izin itu tiga kali, maka kalau diizinkan masuklah, dan jika tidak diizinkan kembalilah.” (H.R Bukhari Muslim dari abi Musa al-‘Asyari). Salam tersebut disebut salam al-Istidzan (meminta izin). Maksudnya ialah meminta izin untuk masuk, berkunjung atau bertamu ke rumah orang lain. Salam al-istidzan ini diucapkan ketika hendak masuk rumah orang lain sekalipun belum tentu bertemu dengan penghuni rumahnya atau kemungkinan sedang tidak ada orang di dalam rumah. Allah berfirman ;   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُم تَذَ...

Salam Saat Melewati Pemakaman Muslim

Gambar
Rasulullah SAW mengajarkan, apabila melewati atau masuk pemakaman orang muslim di sunahkan mengucapkan salam dengan tujuan untuk mendo’akan keselamatan kepada ahli kubur, lafadznya sebagi berikut : اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ. Artinya : “Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dari kaum mu’minin dan muslimin, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian” ( Imam Muslim 975, An-Nasa`i 4/94, Ahmad 5/353, 359, 360) . وفي خبر الترمذي كان إذا مر بقبور المدينة قال : السلام عليكم يا أهل القبور يغفر الله لنا ولكم أنتم سلفنا ونحن بالأثر.   Sementar dalam hadits at-Tirmizhi disebutkan, ketika melewati kubur madinah, Rasulullah SAW berkata; “Salam keselamatan wahai penduduk kubur, semoga Allah mengampuni kami dan kalian semua, kalian semua adalah pendahulu-pendahulu kami dan kami...

Kisah Karomah Mbah Makshum Lasem

Gambar
Sambil memijiti Mbah Ma'shum (Kiai Ma'shum Lasem), sang santri melepaskan pandangannya ke berbagai sudut kamar. Lama dia memandangi apa saja yang nampak di matanya. Dibiarkannya Mbah Ma'shum tidur dalam pijitannya. Sampai pada satu kesimpulan, yang hanya bisa diungkapkannya dalam hati; jika memang Mbah Ma'shum kiai besar, kenapa tidak ada kitab-kitab yang berjilid-jilid di ndalem atau di kamarnya? Kenapa juga Mbah Ma'shum tidak pernah atau tidak sering terlihat pakai serban  yang melilit-lilit kepalanya? Bahkan, kenapa pula Mbah Ma'shum tidak pernah terlihat berdzikir dalam waktu yang lama..... Tapi, itu ungkapan atau pertanyaan yang hanya ada di dalam hati sang santri. Walau sudah tahun ketiga khidmah kepada Mbah Ma'shum, dia menyadari, sang santri tidak patut mempertanyakan hal itu kepada Sang Kiai. Bahkan sekalipun di dalam hati.  Saat benak dan pikiran sang santri masih kemana-mana, Mbah Ma'shum menggeliat dan langsung memberikan dawuh; ...

Sahkah Korban Kambing yang Patah Tanduknya?

Gambar
Hewan yang boleh dibuat korban adalah hewan ternak, seperti onta, sapi, kambing atau domba. Onta harus yang sudah berumur lima masuk umur ke enam tahun, sapi sudah berumur dua tahun masuk umur ke tiga tahun, kambing sudah berumur dua tahun masuk keumur tiga tahun, dan domba telah berumur satu tahun masuk keumur dua tahun. Lalu, bagaimana ceritanya jika berkorban dengan hewan yang tanduknya patah atau gompal? Dan bagaimanakah hukumnya?   Dalam referensi kitab-kitab syafiiyah di bawah, hukumnya sah berkorban dengan hewan ternak yang tanduknya patah atau pecah, baik sedikit ataupun banyak, baik mengeluarkan darah ataupun tidak, karena tanduk tidak berkaitan dengan tujuan utama korban, dengan catatan patah atau pecahnya tanduk tidak berefek terhadap daging hewan kurban, seperti munculnya kudis, gudik dan lain-lain, Bahkan Sah berkorban dengan hewan ternak yang tak bertanduk. namun bagusnya (sunnah) dengan hewan yang sehat dan lengkap, yang tanduknya baik-baik saja.   #referensi...

Jadilah Generasi Hebat Berilmu

Gambar
Konon, Hajjaj bin Yusuf, Sang Penguasa Bani Umayyah yang cerdas, kejam dan diktator, urung membunuh tiga pemuda yang ia perintahkan agar dieksekusi, karena tiga pemuda tersebut adalah pemuda-pemuda yang pandai dan fasih dalam bersastra.   Peristiwa itu berawal saat tentara hajjaj bin yusuf menginterogasi mereka yang hendak dieksekusi mati, namun mereka itu melafadzkan syair-syair yang indah, isinya seolah-olah mereka adalah anak-anak orang terpandang. Sebab itulah, sang tentara enggan mengeksekusi mereka.   Pemuda pertama , berkata bahwa ia adalah anak dari tokoh yang disegani oleh bangsawan-bangsawan dari kalangan asyrof. Pemuda kedua , berkata bahwa ia adalah anak dari tokoh yang mempunyai banyak pengikut fanatik. Pemuda ketiga , berkata bahwa dia adalah anak dari tokoh militer yang pemberani dan disegani.   Kemudian sampailah cerita itu kepada Hajjaj bin Yusuf. Ia pun langsung pergi menghampiri tiga pemuda tersebut. Saat melihat mereka, Hajjaj bin Yusuf tertawa t...