Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Redaksi Niat Puasa Ramadlan dan Asal Usulnya

Gambar
Dalam mazhab Syafi’i, niat tidak hanya menyengaja melakukan sesuatu ( qashdul fi’li ), tapi juga harus disertai dengan kejelasan jenis ibadah yang dilakukan secara spesifik ( ta”yîn ), serta ketegasan status kefardluannya ( fardliyyah ) jika yang dilakukan itu ibadah fardlu. Semua itu wajib dibatek dalam hati, waktu niat puasa Ramadlan bisa kapan saja asal pada malam hari, dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Redaksi niat puasa yang ada dan berlaku dikalangan mazhab syafii adalah seperti lafal niat yang sering kita dengar hingga kini di masjid-masjid atau madrasah-madrasah di Indonesia yang mayoritas pendudukanya bermazhab Syafi’i. yaitu, “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan ibadah fardhu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala ”. نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ ال شَّهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لله تَعَالىَ Redaksi niat seperti itu ternyata adalah susunan lafadz yang di tawarkan oleh ulama-ulama syafiiyah yang disesuaikan deng...

Hukum Sa'i Pakai Sekuter

Gambar
Kemajuan teknologi banyak memberikan kemudahan-kemudahan bagi manusia. Dalam hal Ibadah Haji misalnya, dulu perjalanan haji biasa ditempuh sebulan dan bermalam di laut lepas, sekarang 8 jam sampai. Dulu ketika ada orang yang tidak mampu berjalanan melaksanakan sa’I, pemerintah Saudi menyediakan kursi roda, sekarang lebih mudah lagi, yaitu sekuter untuk Thowaf dan sa’i. Akibatnya muncullah pertanyaan tentang orang sa’i yang menggunakan sekuter padahal ia kuat berjalan?. Bagi orang yang tidak kuat berjalan, tentu diperbolehkan. Sedangkan bagi orang yang mampu berjalan, hukumnya diperselisihkan para ulama’, yang memperbolehkan seperti madzhab syafii, yang menganggap makruh, seperti imam Ahmad dan Ishaq, yang memperbolehkan jika terpaksa adalah imam Mujahid dan Abu Hanifah. Abu Hanifah berkata, jika ia masih di makkah maka ia harus mengulangi sa'inya, jika sudah kembali ke negaranya maka ia harus membayar dam   Referensi : (تحفة المحتاج الجزء الرابع صحيفة 101- 102). ويستحب ...

Mencium Tangan atau Pipi Perempuan Lain

Gambar
Ada banyak adad yang berlaku ditengah-tengah masyarakat, dari yang sesuai dengan syara’ sampai yang bertentangan dengan syara’. Di antaranya adalah kebiasaan atau adad mencium tangan perempuan ajnabiyah (bukan istri dan bukan mahrom) atau mencium pipi saat bertemu “cipika-cipiki” (cium pipi kanan dan cium pipi kiri). Kebiasaan atau adad seperti ini jelas bertentangan dengan syara’. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits shohih riwayat Thobroni dari Ma’qil bin Yasar RA. Ia berkata, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda,   قال رسول الله صلى الله عليه وسلم   لِأَنْ يَطَعْنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمُخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَن يَمَسَّ اِمْرَأَةٍ لاَ تَحِلَّ لَهُ .  الطبراني في معجمه الكبير ج۲۰/ص۲۱۲ “ Sungguh seandainya seseorang dari kamu kepalanya ditusuk dengan jarum besi, maka itu lebih bagus daripada ia bersentuhan dengan perempuan yang tidak halal baginya ”. Telah diterangkan di atas, pada Bab Berjabat tangan dengan lawan jenis, bahwa berja...

Usaha ini Nyata

Gambar
Bukan hayalan Namun rindu yang nyata Dalam obrolan cinta Di kedai kopi Kami membincangkanmu Wahai Nabiyyur Rahmah Menyebut namamu Bercerita tentang keagunganmu Membuat malamku berarti, berisi. Meski cintaku tak sebesar harapanmu Meski rinduku masih kupaksakan Tapi usaha ini tulus Demi menggapai peduli dan syafaatmu

Arti Surat AlFatihah yang Sesungguhnya

Gambar
  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ () الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ () الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ () مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ () إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ () اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ () صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ () Akulah Allah yang menciptakan dan Rabb yang memeliharamu dengan nikmat-nikmat yang aku berikan, Namun engkau selalu saja berbuat maksiat dan tak mensyukurinya, tapi biarlah karena aku Rahman , jika engkau mau bertobat maka aku terima pertaubatanmu karena aku Rahim , Tapi ingat ya…! Aku ini juga Maliki Yaumiddin , jadi, sekecil apapun amal perbuatanmu pasti akan aku adili besok di hari akhir. Mungkin seperti itulah maksud dari surat Al-Fatihah. Allah menyebut dirinya Allah, Rabb, Rahman, Rahim dan Maliki Yaumiddin . Hanya saja Allah menyebut dirinya Rahman dan Rahim dalam surat pembuka tersebut dua kali. Ini artinya rahman rahim-Nya lebih dominan daripada nama-nama lainya. ...