Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Mungkin Belum Dewasa Dalam Mencintai

Gambar
Peristiwa demi peristiwa, baik besar atau kecil. Kesalahan omongan atau komentar (yang sebenarnya tidak perlu dibahas), baik itu kesengajaan atau tidak, sekarang ini bisa menjadi ajang pengkeruhan suhu panas jelang pilpres 2019, apalagi kalau sudah tayang di ILC, Mata Najwa. siapa yang diuntungkan? (jawab saja sendiri). Misalnya, politikus sontoloyo, genduruwo, tampang boyolali, subhanananana (mboh opo gak jelas), shollallahu hu hu….. (juga nggak jelas), alpatekah dan tentang kerahan massa reoni 212. Pendapat pro dan kontra yang datang dari Timses dan orang-orang yang lagi gandrung (jatuh cinta), saya kira sulit diterima begitu saja, dan tidak perlu diberitakan terlalu masiv, kalau ingin kehidupan warga masyarakat rukun dan tenteram, karena tidak akan ada titik temu yang mampu mensingkronkan dan mendinginkan. “Tai kebo rasa coklat”. Timses adalah 11 – 12 dengan orang-orang yang sedang gandrung. Mereka sama nishful aqlinya. Tidak peduli aral melintang. Gunung tinggi akan didaki, la...

PANCASILA vs KHILAFAH

Gambar
Sekarang ini di Indonesia semakin memanas suhu persaingannya. Persaingan pendukung Ahok dan pendukung calon2 lainnya. Persaingan para JOKOWer dan PRABOWer yang memanjang hingga saat ini. Tidak kalah memanasnya adalah polemik antara pendukung setia Pancasila juga Sang Saka Merah Putih dan orang-orang yang mencoba mengobok-oboknya dengan konsep KHILAFAH yang katanya lebih cespleng, karena konsep itu dari Allah dan Rasulnya SAW. -        “ Ngono wae kok di ributke ” (kata Sule). -        “ Yowes to le, wong seng ribut-ribut kabeh iku wong nganggur gak nyawah koyo awake dewe ” (sahut Adnan). -          “Khilafah... khilafah !, koyo melu perang wae, wong seng mati-matian berjuang wae do nerimo PANCASILA, eee.... malah wong-wong anyar seng kari ni’mati kemerdekaan kok malah neko-neko” (sahut mbah Tur, sambil memutar-mutar rokok lintingan dimulutnya). -        “Y...

Pemerintah Bubarkan HTI

Gambar
Indonesia adalah Negara hasil kesepakatan para pejuang kemerdekaan,   mereka sepakat dengan bentuk Negara kesatuan, dengan falsafah Bhineka Tunggal Ika, dengan aturan-aturan yang bisa mengakomodir semua elemen masyarakat yang tertuang dalam UUD dan ideology Pancasila. Mereka sengaja menentukan itu agar perbedaan-perbedaan pada masyarakat tidak memicu perselisihan apalagi pertumpahan darah yang sia-sia. Karena diakui atau tidak, bahwa semua agama pasti pemeluknya menganggap agamanyalah yang terbaik dan yang terbenar, bahwa setiap etnis pasti membanggakan etnisnya masing-masing. Akan tetapi ada orang-orang yang sok agamis, mencoba mengganti tatanan Negara yang sudah bertahun-tahun baku dan berjalan dengan baik. Masyarakatnya   diadu domba dengan jargon-jargon agama dan dengan isu-isu miring para aparatur pemerintahan. Tujuannya adalah memupuk kebencian masyarakat dengan negaranya sendiri, dengan tanah airnya sendiri dengan lontaran-lontaran kata dan tulisan “ Negar...

Alasan NU Menerima Nasakom

Gambar
Oleh: M Djoko Yuwono Wartawan Senior dan Budayawan Mengingat Bung Karno hanya memberikan waktu 3 hari pada NU untuk menolak atau menerima Nasakom, maka diputuskanlah oleh KH Wahab Chasbullah dan KH Idham Chalid untuk menerima nasakom tanpa harus menunggu persetujuan cabang - cabang NU yang ada di seluruh daerah, dengan pertimbangan sebagai berikut : Pertama, tak mungkin mengumpulkan seluruh cabang NU yang tersebar di berbagai daerah dalam waktu sesingkat itu, sementara keputusan harus dibuat cepat mengingat PKI telah menghasut Bung Karno untuk membubarkan partai politik yang tak menerima nasakom. Kedua, bila partai NU dibubarkan maka praktis tak ada lagi partai besar Islam yang bisa memperjuangkan aspirasi umat baik di pemerintahan maupun di parlemen, mengingat partai masyumi sudah dibekukan sebelumnya. Selang beberapa bulan kemudian setelah menerima nasakom, dikumpulkanlah seluruh cabang untuk diberikan penjelasan mengapa NU menerima nasakom dengan alasan pertim...

Benarkah HTI Merencanakan KUDETA?

Gambar
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah salah satu kelompok Islam yang mentahbiskan dirinya sebagai partai politik dengan ideology Islam, tujuannya adalah berdirinya khilafah Islamiyah. Sekarang ini mereka sedang gencar mempropagandakan paham ajarannya yang tidak pro PANCASILA dan UUD1945 kepada masyarakat, termasuk warga NU. Hizbut Tahrir Meskipun selalu mengusung nama Islam, syari’ah dan dakwah, namun secara tegas, mereka mengatakan bukan sebagai organisasi kerohanian (seperti jam’iyyah thoriqoh), bukan lembaga ilmiah, bukan lembaga pendidikan dan bukan pula lembaga social kemasyarakatan (Brosur HTI: Mengenal Gerakan Dakwah Internasional Hizbut Tahrir, DPP HTI, Jakarta, 2007). Hal ini jelas berbeda dengan Nahdlatul Ulama yang ditegaskan sebagai jam’iyyah diniyyah-ijtima’iyyah (organisasi keagamaan-kemasyarakatan) dan bukan organisasi politik. Hizbut Tahrir adalah salah satu di antara paket fikrah (pemikiran) dan harakah (gerakan) Islamiyah mutakhir luar negeri yang masuk ke Indonesia da...

Jokowi ad-Dakhil (Sang Penakluk)

Gambar
Mengamati laju politik di negeri ini jadi geli sendiri, padahal sebenarnya aku bukan pengamat politik sih, senang saja mengamatinya. Terlebih mengamati suhu politik sekarang ini yang sebenarnya sudah mendidih tapi tidak begitu kentara di permukaan, walaupun gaung suara didihan itu memenuhi medsos-medsos di negeri ini. Tidak seluruhnya sih, yang akan saya amati, hanya tentang sepak terjang presiden kita saja yang sepertinya lihai sekali menggiring bola dan memasukkannya ke gawang lawan-lawan dan pembenci-pembencinya. Dulu chinaisasi jokowi yang di umpankan ke public oleh lawan-lawan politiknya, sedangkan jokowi masih enjoi saja memainkan bolanya dan terus ia giring sampai mampu menjebol gawang lawannya, mati kutu. Hebatnya setelah itu, jokowi merangkul lawan-lawannya itu dan menggabungkan mereka ke dalam timnya untuk di ajak bersama-sama membangun negeri ini. Sekarang PKIsasi Jokowi. Bola panas ini oleh jokowi diterima begitu saja tanpa emosi dan tetap tenang, dia hanya bilang, "Si...