Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Teologi Aliran Wahabi

Gambar
Sejak awal lahir dan berkembang, aliran teologi wahabi banyak menimbulkan keresahan, kerusakan dan pembunuhan dimana-mana. Sekarang ini masih mendingan, mereka hanya santer gembar-gemborkan vonis kafir, vonis bid’ah dan khurofat tanpa disertai dengan tindakan-tindakan anarkhis, seperti membunuh, membongkar kuburan dan merusak tempat-tempat bersejarah. Sebab menurut mereka, orang-orang yang menyembah selain Allah swt halal darahnya, termasuk orang-orang islam yang ziarah kekubur, orang-orang yang bertawassul kepada para Nabi, para Wali dan para Ulama’us sholihin, menurut mereka adalah orang-orang yang boleh dibunuh karena telah meminta pertolongan kepada selain Allah swt dan telah musyrik. Menurut Muhamad bin Abdul Wahhab, pendiri wahabi, dari pemahamannya terhadap tauhid yang ia yakini, yaitu tauhid Rububiyah dan Uluhiyah , bahwa orang-orang kafir mengakui sesungguhnya tidak ada yang menciptakan dan tidak ada yang memberi rezeki kecuali Allah, serta tidak ada yang mengatur ur...

Hukum Berda'wah dengan Rebana atau Hadroh

Gambar
Musik Rebana atau hadroh di Indonesia sekarang ini sudah sangat memasyarakat, digunakan sebagai Media Dakwah dan Pemersatu Ummat dengan alunan s halawat , do’a dan puji-pujian kepada Allah, juga syair-syair nasehat keagamaan . Majlis-majlis hadroh dan rebana ini sangat diminati masyarakat, terutama majlis sholawatnya Habib Sye k h As-Segaf “Ahbabul Musthofa”. Tentang kebolehannya, ada banyak d alil yang menjelaskan nya. Dikisahkan , pernah suatu ketika Rasulullah didatangi seorang wanita  bernama Shobihah 'Arsy , ia menabuh r ebana di samping Rasulullah SAW. Pernah juga Rasulullah SAW ketika datang ke Madinah disambut oleh para wanita Bani Najjar dengan nyayian dan tabuhan rebana. Begini di antara syairnya, "Kami adalah wanita dari Bani Najjar, Oh beruntungnya Muhammad sebagai tetangga". Mendengar itu lantas Rasulullah menjawab , "Allah Maha mengetahui bahwa aku mencintai kalian". Hal ini tidak lain merupakan bentuk Ekspresi kebahagiaan...

Perbedaan Waspada dan Curiga

Gambar
Waspada berarti menjaga diri dari seseorang atau sesuatu yang bisa membahayakan. Sedangkan Curiga lebih kepada penilaian buruk kepada seseorang atau sesuatu. Sekilas keduanya itu tampak sama karena kata "jangan-jangan". Ada benang merah yang dapat ditarik dari dua kata tersebut.    Kecurigaan yang dipelihara bisa mengarah kepada tuduhan-tuduhan negatif dan menutup diri dari hal-hal positif yang ada pada sesuatu atau sesorang yang menjadi obyek kecurigaan tersebut. Sedangkan kewaspadaan hanya mengarah kepada penjagaan diri dan kehati-hatian. Tidak menutup kemungkinan tetap adanya prasangka positif pada sesuatu atau sesorang yang menjadi obyeknya.    Dalam kitab Hilyatul Auliya’ wa Thabaqotul Ashfiya, (Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyah, 1974, juz 1, h. 48), Imam Abu Nu’aim al-Asbihani, mencatat sebuah riwayat yang bercerita tentang Sayyidina Umar dan Sayyidina Thalhah. Pada suatu malam yang gelap Umar bin al-Khattab keluar. Thalhah melihatnya. Umar pergi dan memasuki sebu...

Jejak gerakan Wahabi di Indonesia

Gambar
Pada abad ke-18 dalam sejarah Islam memiliki peristiwa yang sangat penting yaitu munculnya gelombang puritanisme Islam atau gerakan yang ingin membawa Islam ke jaman kejayaannya. Salah satu gerakan tersebut dikenal dengan “Wahabi.” Wahabisme atau ajaran Wahabi muncul pada pertengahan abad ke-18 di Dir’iyyah sebuah dusun terpencil di Jazirah Arab, di daerah Najd. Kata Wahabi sendiri diambil dari nama pendirinya, yaitu Muhammad ibn Abdul Wahhab (1703 – 1787). Laki-laki ini lahir di Najd disebuah dusun kecil Uyayn. Gerakan Wahabi masuk ke Indonesia, menurut beberapa sejarawan, dimulai pada masa munculnya “Gerakan Padri” Sumatera Barat pada awal abad ke-19. Beberapa tokoh Minangkabau yang tengah melaksanakan ibadah Haji melihat kaum Wahabi menaklukkan Mekah dan Madinah yang pertama pada tahun 1803 – 1804. Mereka sangat terkesan dengan ajaran tauhid dan syariat Wahabiyah, dan bertekad untuk menerapkannya apabila mereka kembali ke Sumatera. Diantara mereka adalah Haji Miskin dari Lu(h)a...

Usaha Pembenaran Diri Sendiri

Gambar
Pada suatu hari ada seorang yang lagi kalut pikirannya, dia bersumpah- bernazhar, jika semua kesulitannya terpecahkan ia akan menjual mobilnya dan semua hasil penjualan itu akan diberikannya kepada fakir miskin. Setelah semua masalah yang menyulitkan dan mengkalutkan pikirannya terpecahkan satu persatu, ingatlah dia pada nazharnya. Dia bingung harus melakukan apa, “kalau mobil terjual Rp. 150.000.000 masak akan diberikan semua pada fakir miskin- eman banget”. Pikirnya. Dia bermaksud menunaikan sumpahnya, tetapi dia tidak ingin memberikan uang sebanyak itu kepada fakir miskin. Mulailah dia berfikir keras agar nazharnya terlaksana tanpa harus memberikan uang sebanyak itu kepada fakir miskin. Akhirnya, entah dari mana pemikiran itu dia peroleh, Dia jual mobilnya berikut Hp jadul di dalamnya- sepaket, tidak boleh salah satunya saja.  Mobil dia hargai 500 rb, sementara Hp jadulnya dia bandrol harga Rp. 149.500.000. Ternyata tidak lama ia promosikan di medsos, sudah d...