Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Makmum Masbuq Berimam Kepada Makmum Masbuq Lainnya

Gambar
A da kejadian tiga orang ma’mum masbuq yang sama-sama ketinggalan dua rakaat misalnya, setelah imam salam, kemudian dari pada sholat sendiri mending salah satunya diangkat jadi imam, lalu yang dua orang ma’mum masbuq itu bergeser ke belakang, yang satunya tetap di tempatnya menjadi imam, boleh nggak? Sah nggak?. Pertanyaan ini muncul saat ngobrol bersama teman-teman kicau mania , ada yang nyeletuk bertanya seperti itu. Aku jawab, “boleh, sah”. Kejadian itu sama seperti saat imam salam, lalu ada orang datang berimam kepada seorang ma’mum masbuq (baca; seseorang yang ketinggalan rokaatnya imam), yang berdiri untuk meneruskan rokaat sholatnya yang ketinggalan itu, maka hukumnya juga boleh dan sah. Hanya saja di jelaskan dalam kitab I’aanatuth Tholibin juz 2, halaman 42, bahwa sahnya itu ma’al karohah (sah tapi makruh), tidak dapat pahala jama’ah. Sebagaimana melihat dzohirnya ibarat dalam kitab Nihayatul Muhtaj, seperti yang di ingatkan oleh Ali Syibromalisi. Sedangkan Ibnu Ha...

Tasawuf di Mata Madzhab Empat

Gambar
Untuk mencapai kesempurnaan ibadah dan keyakinan dalam Islam, seseorang hendaknya mempelajari ilmu tasawuf melalui thariqah-thariqah yang mu’tabar dari segi silsilah dan ajarannya. Para ulama besar kaum muslimin sama sekali tidak menentang tasawuf. Berikut ini adalah pendapat-pendapat Imam Madzhab Empat mengenahi Tasawuf ; Imam Abu Hanifah (Nu’man bin Tsabit – Ulama besar pendiri mazhab Hanafi) adalah murid dari Ahli Silsilah Thariqat Naqsyabandiyah yaitu Imam Jafar as Shadiq ra . Berkaitan dengan hal ini, Jalaluddin as Suyuthi didalam kitab Durr al Mantsur, meriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah (85 H.-150 H) berkata, “Jika tidak karena dua tahun, Nu’man telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Imam Jafar as Shadiq, maka saya mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar”. Imam Malik (Malik bin Anas – Ulama besar pendiri mazhab Maliki) yang juga murid Imam Jafar as Shadiq ra, mengungkapkan pernyataannya yang mendukung terhadap ilmu tasawuf s...

Pengertian Tasawuf Menurut Para Pakar

Gambar
Dari segi Linguistik dapat dipahami bahwa tasawuf merupakan sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana. Secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan jiwa sesuci mungkin dalam usaha mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga kehadiran Tuhan senantiasa dapat dirasakan secara sadar dalam kehidupan. Ibn al-Khaldun mengatakan bahwa Tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyf al-hijab (penyingkiran tabir antara Tuhan dengan makhluknya) atau hal-hal sejenisnya yang dicari oleh para sufi di masa belakangan. Ahmad Sirhindi mengatakan Tujuan Tasawuf bukanlah untuk mendapatkan pengetahuan intuitif (pengetahuan yang di dapat tanpa melalu proses pemikiran), akan tetapi untuk menjadi hamba Allah SWT. Menurut Ahmad Sirhindi tidak ada tingkatan yang lebih tinggi dibanding tingkat kehambaan dan tidak ada kebenaran yang lebih tinggi di luar syariat. Berikut...

Tasawuf di Mata Ibnu Taimiyah

Gambar
تحدث احمد ابن التيمية رحمه الله تعالى عن تمسك الصوفية بالكتاب والسنة في الجزء العاشر من مجموع فتاويه، فقال:   فأما المستقيمون من السالكين كجمهور مشايخ السلف، مثل الفضيل بن عياض، وابراهيم بن ادهم، وابي سليمان الداراني، ومعروف الكرخي، والسري السقطي، والجنيد بن محمد، وغيرهم من المتقدمين ، مثل الشيخ عبد القادر الجيلاني والشيخ حماد، والشيخ ابي البيان، وغيرهم من المتأخرين، فلا يسوغون للسالك ولو طار في الهواء هو مشى على الماء أن يخرج عن الأمر والنهي الشرعيين، بل عليه أن يعمل المأمور ويدع المحظور الى أن يموت وهذا الذي يدل عليه الكتاب والسنة وإجماع السلف، وهذا كثير في أفعالهم.(مجموع فتاويه احمد بن تيمية 0 1 / 516-517) Ahmad Ibn Taimiyyah berbicara tentang aqidah orang-orang Sufi yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah di dalam Juz yang ke 10 dalam Kitab Majmu’ fatawanya, beliau berkata: Adapun orang-orang dari mereka yang ada di jalan yang lurus, seperti kebanyakan para Ulama Salaf, semisal Fudzail bin ‘Iyadh, Ibrahim bin Adham, Abi Sulaiman Ad-Darany, Ma’ruf Al-Kurk...

Tasawuf di Mata Para Ulama

Gambar
IMAM NAWAWI(620-676 H./1223-1278 M), Dalam suratnya al-Maqasid: “Ciri jalan sufi ada 5: menjaga kehadiran Allah dalam hati pada waktu ramai dan sendiri mengikuti Sunah Rasul dengan perbuatan dan kata menghindari ketergantungan kepada orang lain, bersyukur pada pemberian Allah meski sedikit, selalu merujuk masalah kepada Allah swt [Maqasid at-Tawhid, hal. 20] IBNU KHALDUN(733-808 H). Ulama besar dan filosof Islam berkata, “Jalan sufi adalah jalan salaf, yakni jalannya para ulama terdahulu di antara para sahabat Rasulullah Saww, tabi’in, dan tabi’it-tabi’in. Asasnya adalah beribadah kepada Allah dan meninggalkan perhiasan serta kesenangan dunia.” (Muqadimah ibn Khaldun, hal. 328) IMAM JALALUDDIN AS SUYUTI. (Ulama besar ahli tafsir Qur’an dan hadits) didalam kitab Ta’yad al haqiqat al ‘Aliyyah, hal. 57 berkata, “Tasawuf yang dianut oleh ahlinya adalah ilmu yang paling baik dan terpuji. Ilmu ini menjelaskan bagaimana mengikuti Sunah Nabi Saww dan meninggalkan bid’ah.” TAJUDDIN ...

Hakekat Bertasawuf

Gambar
Sebelum membahas lebih lanjut tentang tasawuf, sebaiknya kita tela’ah dan kita perhatikan terlebih dahulu hadits Nabi saw, yang diriwayatkan dari Abi Huroiroh, ia berkata, bahwa pada suatu hari Nabi saw berada di tengah-tengah sekelompok orang, tiba-tiba datang seorang laki-laki kepadanya dan bertanya. Apakah Iman itu? Nabi menjawab, Iman ialah apabila engkau percaya adanya Allah, percaya kepada malaikat-Nya, percaya akan bertemu Allah di akhirat, percaya terhadap rasul-rasul-Nya dan percaya akan adanya hari kebangkitan. Selanjutnya laki-laki tersebut bertanya lagi, Apakah Islam itu?  Nabi menjawab, Islam ialah apabila engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya, engkau mau menunaikan sholat, mengeluarkan zakat dan berpuasa di bulan Romadlon. Kemudian laki-laki itu kembali bertanya, Apakah Ihsan itu? Jawab Nabi, Ihsan ialah apabila dalam menyembah Allah engkau seolah-olah melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Ia melihatmu. (HR. Bukhori). Dalam hadits ...

Prinsip Berda’wa Kaum Sufi

Gambar
Kaum Sufi, terutama di Indonesia dalam berda’wa, selalu mengedepankan akhlaqur karimah. Keberhasilan Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Nusantara, cukup menjadi bukti kesantunan dan kemulyaan akhlaq kaum sufi, baik dalam amar ma’ruf maupun nahi munkar. Sehingga Indonesia menjadi mayoritas muslim meskipun dijajah ratusan tahun oleh orang-orang non muslim. Berkat Kaum Sufi, kita mengenal dan memeluk Islam. Dengan demikian, sudah seharusnya kita menyukuri ni’mat Allah itu dan berterima kasih kepada mereka (Kaum Sufi) yang dengan gagah berani dan santun sudi mengajarkan Islam kepada orang-orang tua kita dan kemudian bermanfaat juga bagi kita. “ Man Lam Yaskurin Nas Lam Yasykurillah ” (Barang siapa tidak bisa berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak mungkin bisa mensyukuri ni’mat-ni’mat Allah). Jadi, Seharusnya setiap da’i bisa mengambil contoh dan memperhatikan prinsip-prinsip da’wa mereka, agar tidak menyimpang dari riel dan Agama Islam menjadi Agama yang Rahmata...

Tasawuf Dalam Pandangan Yusuf AlQaradlawi

Gambar
Dr. Yusuf Al-Qaradlawi (Ketua Ulama Islam Internasional dan juga guru besar Universitas al Azhar – Beliau merupakan salah seorang ulama Islam terkemuka abad ini) didalam kumpulan fatwanya mengatakan : “Arti tasawuf dalam agama ialah memperdalam ke arah bagian ruhaniah, ubudiyyah, dan perhatiannya tercurah seputar permasalahan itu.” Beliau juga berkata, “Mereka para tokoh sufi sangat berhati-hati dalam meniti jalan di atas garis yang telah ditetapkan oleh Al-Qur,an dan As-Sunnah. Bersih dari berbagai pikiran dan praktek yang menyimpang, baik dalam ibadat atau pikirannya. Banyak orang yang masuk Islam karena pengaruh mereka, banyak orang yang durhaka dan lalim kembali bertobat karena jasa mereka. Dan tidak sedikit yang mewariskan pada dunia Islam, yang berupa kekayaan besar dari peradaban dan ilmu, terutama di bidang marifat, akhlak dan pengalaman-pengalaman di alam ruhani, semua itu tidak dapat diingkari.” EMPAT ORANG IMAM MAZHAB SUNNI, semuanya mempunyai seorang guru ...

Misteri Di Balik Kitab Alfiyah Ibnu Malik

Gambar
Kitab ini membahas kaidah-kaidah gramatika bahasa arab, seputar nahwu shorof, Alfiyah Namanya, 1000, sesuai jumlah nadzomnya. Karya besar Syekh Muhammad bin Abdullah bin Malik. Sangat fenomenal, yang rasanya tidak mungkin akan terhapus dalam khazanah intelektualitas pondok pesantren. Namun jika kita hitung ternyata jumlah nadzomnya tidaklah 1000 melainkan 1002, ada tambahan 2 nadzom di muqoddimahnya, mengapa??? Ada misteri di dalamnya. Yaitu misteri tentang larangan ujub dan sombong, tentang keharusan ta’dzim atau memulyakan sang guru, tentang tulusnya sebuah karya, juga tentang adab terhadap orang yang sudah meninggal dunia. Diceritakan bahwa syekh ibnu malik dalam menyusun nadzom alfiyah ini terinspirasi dari almarhum sang guru yang sudah terlebih dahulu menyusun nadzom yang berjumlah 500. Beliau adalah Syekh abil Hasan- Yahya ibn mu’thiy. Karyanya tersebut diberi nama alkaafiyah yang masyhur disebut dengan alfiyah ibn mu’thiy. Hanya berjumlah 500 nadzom tapi disebuat alfiyah, ini k...

Cara Mencuci Minyak Goreng Yang Terkena Najis

Gambar
Kiyai Mawardi adalah seorang kiyai yang mempunyai pondok pesantren yang bisa di bilang sudah besar. Hal itu bisa di tandai dengan santri-santrinya yang lebih dari 1000. Pada suatu ketika, di pesantren milik Kiyai Mawardi tersebut hendak di adakan pengajian akhirussanah, karena biasanya para alumni dan para penduduk baik di daerahnya sendiri atau dari daerah lain biasa datang memenuhi pengajian tersebut, maka panitia harus mempersiapkan pengajian tersebut dengan sungguh-sungguh agar pengunjung pengajian tidak kecewa. Di antara yang di siapkan oleh panitia adalah dalam hal konsumsi, panitia banyak membeli bahan-bahan makanan, bumbu-bumbu masakan dan lain-lain, panitia juga mempersiapkan minyak goreng 2 drum besar, untuk persiapan menggoreng hal-hal yang perlu di goreng. Tapi sayang, ketika minyak goring tersebut hendak digunakan, sebagian minyak goring yang sudah di tuangkan kedalam wajan besar kemasukan bangkai tikus. Mau di buang sayang, karena banyak, mau di gunakan, najis. Pertanyaan...

Tasawuf Dalam Al-Quran

Gambar
Para pengkaji tasawuf sepakat bahwasanya tasawuf berazaskan kezuhudan sebagaimana yang diperaktekkan oleh Nabi Saw, dan sebahagian besar dari kalangan sahabat dan tabi'in. Kezuhudan ini merupakan implementasi dari nash-nash al-Qur'an dan Hadis-hadis Nabi Saw yang berorientasi akhirat dan berusaha untuk menjuhkan diri dari kesenangan duniawi yang berlebihan yang bertujuan untuk mensucikan diri, bertawakkal kepada Allah Swt, takut terhadap ancaman-Nya, mengharap rahmat dan ampunan dari-Nya dan lain-lain. Meskipun terjadi perbedaan makna dari kata sufi akan tetapi jalan yang ditempuh kaum sufi berlandasakan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Diantara ayat-ayat Allah yang dijadikan landasan akan urgensi kezuhudan dalam kehidupan dunia adalah firman Allah dalam al-Qur'an yang Artinya:  “ Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia kami berikan kepadanya sebagian ...

Anjing dan Tongkat si-Sufi

Gambar
Pada suatu hari ada seseorang yang berpakaian Sufi berjalan ke masjid, di tengah jalan, tiba-tiba ada seekor anjing mendekatinya dan menjilatinya. Sepertinya anjing itu menganggap orang itu seperti tuannya. Mungkin karena jijik atau menganggap anjing adalah hewan yang najis, dengan kontan dan sekonyong-konyong orang itu memukul keras anjing itu dengan tongkatnya. Si Anjing, sambil melolong kesakitan, ia berlari menuju Abu Said (Seorang Ulama pada zaman itu), lalu menjatuhkan dirinya di dekat kaki Sang Ulama sambil memegang moncongnya yang terluka, ia mengadu dan memohon keadilan karena telah diperlakukan secara kejam oleh orang yang berpakaian sufi itu. Ringkas cerita, Abu Said mempertemukan keduanya (seorang yang berpakaian Sufi itu dan si-Anjing), bermaksud menyelesaikan masalah aduhan si-Anjing atas kedzaliman si-Orang yang berpakaian sufi itu, lalu Abu Said pun bertanya kepada orang itu, tentang alasannya, kenapa memukul moncong si-Anjing sampai terluka. si-Orang yang ...

Benarkah Jin Bisa Masuk Tubuh Manusia ?

Gambar
KH. Ma’shum Ahmad atau yang lebih akrab dengan panggilan mbah Ma’shum Lasem, dulu pernah bersilatur rahim ketempat kawannya saat sama-sama masih belajar di Makkah yaitu, Tuan Guru Zainuddin Lombok. Menjelang Maghrib mbah Ma’shum sampai di sana. Saat di jamu oleh tuan rumah, mbah Ma’shum melihat betapa ramainya pesantren kawannya itu. Aktifitas para santri sangat hingar bingar, terlihat ada yang belajar, mengaji dan berdzikir. “ Alhamdulillah pesantren Tuan Guru sudah maju, santrinya banyak. Semoga mereka bisa menjadi pemimpin kaumnya ”. Kata mbah Ma’shum. Tuan Guru Zainuddin mengamini do’a mbah Ma’shum lantas tersenyum penuh arti. Keesokan harinya, pesantren itu mendadak sepi tidak seramai malam tadi dan tidak ada lagi santri yang berlalu lalang. Akhirnya mbah Ma’shum bertanya kepada Tuan Guru, kemana gerangan para santrinya. Jawab Tuan Guru, “ Mereka adalah Jin-jin yang nyantri dan belajar agama disini ”. Dari cerita ini bisa diambil pengertian bahwa Jin itu ada dan bis...

Belajar Konsep Sifat 20 Aqidah Aswaja

Gambar
Dalam aqidah Ahlussunnah Wal-Jama’ah ada konsep sifat 20 yang wajib bagi Allah. Konsep ini sangat populer dan harus diketahui oleh setiap orang Muslim. Akhir-akhir ini ada sebagian kelompok yang mempersoalkan sifat 20 tersebut dengan beberapa alasan, antara lain alasan tidak adanya teks dalam al-Qur’an dan hadits yang mewajibkan mengetahui sifat 20. Bahkan dalam hadits sendiri diterangkan bahwa nama-nama Allah (al-Asma’ al-Husna) jumlahnya justru 99. Dari sini muncul sebuah gugatan, mengapa sifat yang wajib bagi Allah yang harus diketahui itu hanya 20 saja, bukan 99 sebagaimana yang terdapat dalam al-Asma’ al-Husna? Sebagaimana yang sering dilontarkan oleh seorang tokoh Wahhabi di Radio lokal. Para ulama Ahlussunnah Wal-Jama’ah dalam menetapkan konsep sifat 20 tersebut sebenarnya berangkat dari kajian dan penelitian yang mendalam. Ada beberapa alasan ilmiah dan logis yang dikemukakan oleh para ulama tentang latar belakang konsep wajibnya mengetahui sifat 20 yang wajib bagi Allah, anta...

Benarkah Orang Tua Nabi SAW Masuk Neraka?

Gambar
Ayah bunda Rasulullah saw adalah orang-orang yang selamat dan tidak terpengaruh oleh keyakinan Jahiliyyah. Meskipun keduanya adalah orang-orang yang hidup dalam masa fatroh (zaman kekosongan utusan), akan tetapi keduanya adalah orang-orang yang taat dengan ajaran agamanya. Demikian juga moyang beliau hingga Nabi Adam as, tidak seorang pun dari mereka yang tergolong kafir dan musyrik. Sebagaimana ditegaskan dalam kitab Fathul ‘Allam bi Syarhi Mursyidil Anam karya Sayyid Muhammad Abdullah al-Jordani, bahwa Rasulullah bersabda, “Aku selalu berpindah dari iga-iga yang suci dan rahim-rahim yang bersih”. Rasulullah adalah semulya-mulya Makhluq, Beliau selalu berada dalam kemuliaan disisi Allah swt, sedangkan kemuliaan dan kekufuran jelas tidak mungkin berkumpul.  Di dalam kitab tersebut juga disebutkan sebuah hadits dari ‘Urwah dari Aisyah ra, yang mengaskan bahwa Ayah dan Bunda Rasulullah saw dihidupkan kembali oleh Allah, lalu keduanya beriman, kemudian keduanya dimatikan kembali oleh...