Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Negara Materialis

Gambar
Negara Materialis…, dalam kajian ilmu balaghoh istilah itu, termasuk dalam katagori majaz mursal yang ‘alaqohnya mahalliyah (mengatakan tempat tetapi yang dikehendaki adalah penghuninya atau keadaan didalamnya). Intinya istilah ini dimaksudkan bagi para penghuni negeri yang kebanyakan materialis atau sebagai relevansi fenomena yang sedang menggejala dan merajalela ditengah-tengah masyarakat, kebanyakan dari mereka mengukur apapun dengan hitungan materi antara untung dan rugi.  Bahkan dalam menjalankan ibadah sekalipun, mereka lebih menyorot kepada keuntungan duniawi daripada keselamatan ukhrowi, mereka sanggup dan berani mengerjakan apapun dalam usahanya menggait kecintaan tuhan agar sudi membantu dalam upayanya mengejar kesuksesan duniawi, seperti mengerjakan ritual ini, wirid ini, puasa ini yang bertujuan atau sebagian tujuannya agar dimudahkan rizkinya, diterima kerja disini, dapat menduduki jabatan ini, agar dipelihara harta bendanya, dan lain sebagainya. Secara fisik semua ma...

Hukum Bersalaman dengan Orang Sakit

Gambar
Bersalaman atau Berjabat tangan dan menanyakan keadaan adalah salah satu kesunahan dari ‘Iyaadatul Maridl (membesuk orang sakit). Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Tirmidzi. Dari Abi Umamah ra berkata, عَنْ أَبِي أَمَامَةَ : أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم قَالَ : مِنْ تَمَامِ عِيَادَةِ الْمَرِيْضِ أَنْ يَضَعَ أَحَدُكُمْ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِهِ أَوْ يَدَهُ فَيَسْأَلَهُ كَيْفَ هُوَ؟ وَ تَمَاُم تَحِيَاتُكُمْ بَيْنَكُمْ الْمُصَافَحَةُ. (شعب الإيمان, ص: ٥۳٩, ج: ٦, رقم: ٩۲۰٤, المؤلف : أبو بكر أحمد بن الحسين البيهقي)  Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “ Sebagian dari kesempurnaan ‘Iyaadatul Marid (membesuk orang sakit) adalah meletakkan tangan di kening orang yang sakit atau memegang tangannya, kemudian menanyakan keadaannya . Dan mushofahah (berjabat tangan) akan menyempurnakan penghormatan kamu. Kesunahan berjabat tangan dengan orang sakit ini apabila sakitnya tidak menular, jika sakitnya menular maka hukumnya makruh . Rasulullah SAW pernah mengirim surat kepa...

4 Ciri Utama Aswaja An-Nahdliyah

Gambar
Nahdlatul Ulama memiliki 4 ciriutama dalam berahlussunnah waljamaah, seperti yang sudah diwariskan turun temurun oleh para pendiri Nahdlotul Ulama: Amaliyah (Amal perbuatan). Nahdlatul Ulama merupakan organisasi islam yang mengusung ideologi ahlussunnah waljama'ah, ideologi yang menjaga kemurnian islam yang berpegang pada sunnah nabi dan para sahabat dengan sanad keilmuan yang jelas. Dalam persoalan fiqih bermadzhab pada salah satu madzhab empat, yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i dan Imam Hanbali. Dalam beraqidah sesuai dengan aqidah islam yang diajarkan Rasulullah yang sudah dikemas rapih dalam manhaj Imam Abu Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi. Dalam bertasawuf mengikuti pendapat-pendapat yang sudah dirumuskan oleh Imam Junaidi al-Baghdadi dan Imam Al-Ghazali. Sehingga bisa dikatakan, bukan orang NU apabila amaliyahnya bukan amaliyah Ahlussunnah walJam'ah seperti dalam kriteria tersebut. Fikroh (pemikiran). Dalam cara pandang atau b...

Kemulyaan Hari Asyuro

Gambar
’ Asyuro  berasal dari bahasa Arab yang artinya " hari kesepuluh ". Dalam bahasa jawa hanya diambil belakangnya saja menjadi " Suro ". Hari ‘Asyuro atau tanggal 10 Muharam adalah hari yang sangat mulia, karena di dalam hari itu Alloh telah memberi kemuliaan dan kemenangan kepada beberapa nabi dan banyak menurunkan adzab dan kesialan bagi orang-orang kafir, di antaranya yaitu, Pada hari ‘Asyuro Alloh menciptakan Nabi Adam a.s dan menempatkannya di surga Darus Salam. Pada hari ‘Asyuro kapal Nabi Nuh a.s dengan selamat dapat mendarat di gunung Judiy setelah lama diombang-ambingkan banjir. Pada hari ‘Asyuro Nabi Ibrahim a.s diselamatkan dari panasnya api setelah beliau dilemparkan ke dalam api oleh raja Namrud. Pada hari ‘Asyuro Nabi Yunus a.s dapat keluar dari perut ikan dengan selamat. Pada hari ‘Asyuro Nabi Ayyub a.s sembuh dari penyakit yang telah lama dideritanya, Pada hari ‘Asyuro Nabi Yusuf a.s diselamatkan dari bahaya maut setelah saudara-saudaranya mel...

Kitab Nurud Dzalam Syarah Nadzam Aqidatul Awam

Gambar
Berikut rincian Kitab Nurud Dzalam Syarah Nadzam Aqidatul Awam! Judul :   Nurud Dzalam Syarah Nadzam Aqidatul Awam Pengarang : Syeikh Muhammad Nawawi Al-Bantani Al-Jawi Isi Kandungan : Aqidah Bahasa : Arab Format File : PDF Penerbit : Dar Al-Hawi Tahun Terbit : 1416 H / 1996 M (Cetakan Pertama) Jumlah Hal : 182 Halaman

Bersalaman Saat Berpisah

Gambar
Menurut pendapat Sayid Alawi as-Segaf, berjabat tangan ketika berpisah tidak di sunnah kan sebagaimana saat bertemu, berbeda dengan mengucap salam, baik ketika bertemu atau ketika berpisah masih tetap disunnahkan. ( Sab’atu Kutubin Mufidah 114 ). Tetapi menurut kebanyakan Ulama, berjabat tangan ketika berpisah masih disunnahkan, dengan dasar sebuah Hadits Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmizhi, dari Yahya bin Isma’il, dari Jarir, dari Quza’ah, Ia berkata, Saya pernah di utus Ibnu Umar dalam menangani hajatnya. kata Ibnu Umar, عَنْ يَحْيَى بْنِ إِسْمَاعِيلَ بْنِ جَرِيرٍ عَنْ قَزَعَةَ قَالَ أَرْسَلَنِي ابْنُ عُمَرَ فِي حَاجَةٍ فَقَالَ تَعَالَ حَتَّى أُوَدِّعَكَ كَمَا وَدَّعَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَرْسَلَنِي فِي حَاجَةٍ لَهُ فَقَالَ أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ. وفى رواية لابن عساكر فأخذ بيدى فصافحني. 1 Kesinilah!, aku berpamit kepadamu sebagaimana Rasulullah saw pernah pamit kepadaku. Saat Rasulullah men...

Selamat Jalan Pahlawan

Gambar
Di sebuah desa yang   jauh dari hiruk pikuk persaingan ekonomi dan laju tranformasi budaya, ada seorang veteran (dulu prajurit kemerdekaan) yang terpaksa melepas gelarnya sebagai veteran dan tidak mau lagi menerima bisyaroh (gaji) dari keveterannya karena dia merasa tidak berhasil mendidik cucu-cucunya untuk mencintai tanah air. Patriotisme dan nasionalisme yang sejak kecil mendarah daging, menyatu paduh dengan jiwanya, membuatnya merasa hina dan tak berarti lagi karena cucu-cucunya tidak bisa lagi menghormati para syuhada’ kemerdekaan. Bahkan dia merasa menjadi sampah tak berharga melihat sepak terjang cucu-cucunya yang tidak lagi mempunyai jiwa nasionalisme. Di depan Photo Bung Karno air matanya menetes deras membasahi pipinya yang kurus, kering dan keriput. “BUNG.... sebenarnya aku malu sekali menatap photomu karena ulah cucu-cucuku, aku tak bisa lagi berlama-lama duduk memandangi dan bercengkerama denganmu, aku malu, aku minta maaf kepadamu karena tidak b...

Bersalaman Saat Bertemu

Gambar
Hukum asal mushofahah atau berjabat tangan antara sesama muslim, laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan ketika bertemu adalah sunnah . Selain sebagai pelaksanaan sunnah yang agung itu juga bisa menghilangkan permusuhan, mempererat rasa kasih sayang dan memperkokoh tali silatur rahim diantara sesama muslim. Berjabat tangan ini hendaknya dikerjakan setelah mengucap salam dengan muka berseri. Di jelaskan dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Thabroni, bahwa Rasulullah SAW apabila bertemu dengan sahabat-sahabatnya, maka sebelum berjabat tangan beliau selalu mengucap salam terlebih dahulu . Beberapa hadits telah menyebutkan, bahwa berjabat tangan merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi saw dan para sahabat. Sebagaimana hadits shohih riwayat imam Bukhori dan Imam Turmudzi, عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ : أَكَانَتِ الْمُصَافَحَةُ فِى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-؟ قَالَ : نَعَمْ .1   Dicerit...

Hukum Bersalaman dengan Lawan Jenis

Gambar
Bersalaman adalah kebiasaan yang baik dan terpuji, bahkan direstui oleh syara’ sebagaimana keterangan pada postingan saya tentang Mushofahah yang lalu. Sambutan baik dan restu syara’ ini hanya berlaku dalam prakti-praktik bersalaman yang sesuai dengan ketentuan syara’. Jika tidak sesuai maka jelas dilarang. Seperti bersalaman dengan perempuan lain ( bukan istri dan bukan mahrom ), banyak hadits-hadits yang melarangnya, di antaranya adalah hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari Sayyidah ‘Aisya ra, beliau berkata, “ Demi Allah tangan rasulullah SAW sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan tangan perempuan (lain), Rasulullah hanya membaiat mereka dengan omongan saja ”. Al-Hafidz al-‘Iroqi berkata “ Tangan Rasulullah SAW tidak pernah bersentuhan dengan tangan perempuan kecuali tangan istri-istri dan budak beliau, baik ketika bai’at atau tidak ”. Dari Muhammad bin Munkadir, ia berkata, Sesungguhnya Umaimah binti Roqiqoh pernah bercerita kepada saya, bahwa Rasulullah SAW pern...