Kadang Menghutangi itu Berpahala Lebih
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ مَكْتُوبًا: الصَّدَقَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا وَالْقَرْضُ بِثَمَانِيَةَ عَشَرَ فَقُلْتُ يَا جِبْرِيلُ مَا بَالُ الْقَرْضِ أَفْضَلُ مِنْ الصَّدَقَةِ قَالَ لِأَنَّ السَّائِلَ يَسْأَلُ وَعِنْدَهُ وَالْمُسْتَقْرِضُ لَا يَسْتَقْرِضُ إِلَا مِنْ حَاجَةٍ Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. bersabda, “Aku melihat pada malam di mana aku diisro’kan, di atas pintu surga tertulis ‘Sedekah (pahalanya) dilipat gandakan 10 kali lipat, sedangkan menghutangi dilipat gandakan sampai 18 kali lipat’. Kemudian saya bertanya kepada Jibril, 'Bagaimana menghutangi lebih utama dari pada bershadaqah?'. Jibril menjawab, 'Karena orang yang meminta, (secara umum) dia itu meminta sedangkan dia sendiri dalam keadaan mempunyai harta. Sedangkan orang yang berhutang, ia tidak akan berhutang ke...