-->

Bab 9 Keutamaan Sholat Berjamaah


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين والصلاة والسلام على خير خلقه محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Sebelumnya perlu dimengerti bahwa kali ini kita akan ngaji bareng kitab karangan ulama' NUsantara- Syaikh Nawawi Banten -, yaitu TANQIHUL QOULIL HATSITS Syarah Kitab LUBABUL HADITS Karangan Syaikh Jalaluddin as-Suyuthi. Pengajian ini akan saya bagi menjadi 40 bab, sebagaimana kitab aslinya.

Kitab matannya seperti pernyataan Syaikh Jalaluddin as-Suyuthi adalah kitab yang memuat tentang hadist-hadist Nabi dan perkataan Sahabat yang di riwayatkan dengan benar dan bisa di percaya, dan agar lebih ringkas beliau telah membuang beberapa sanadnya.

Sedangkan dalam kitab syarahnya...sesuai pernyataan Syaikh Nawawi Banten, bahwa kitab ini sekalipun di dalamnya ada hadits-hadits dloifnya tapi jangan diabaikan begitu saja, karena ulama sepakat bahwa hadits dloif masih bisa di pakai untuk Fadloilul A'mal.

BAB IX
KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMAAH

Diceritakan dari Abu Hurairah RA. Ia berkata, Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku, Wahai Abu Hurairah Sholatlah berjamaah walaupun sambil duduk, karena sesungguhnya Allah SWT akan memberimu dengan tiap-tiap sholat berjamaah-mu pahala 25 sholat dengan tidak berjamaah. (Riyadlus Shalihin). Rasulullah juga bersabda dalam hadits riwayat Ibnus Sakan dari Dlomroh dari bapaknya Habib. “Keutamaan Sholat berjamaah melebihi atas sholat laki-laki sendirian 25 derajat, keutamaan sholat sunnah di rumah melebihi atas sholat sunnah yang dikerjakan di masjid seperti keutamaan sholat (fardlu) berjamaah melebihi atas sholat sendirian.

Dalam hadits riwayat Malik, Ahmad, Bukhori, Muslim, Tirmizhi, Ibnu Majah dan Nasai dari Ibnu Umar bin Khattab, Rasulullah SAW bersabda “Sholat berjamaah keutamaannya melebihi sholat sendirian, 27 derajat”. Sedangkan kebanyakan riwayat dari sahabat menyebutkan 25 derajat, sebagaimana keterangan al-Aziziy.

Rasulullah SAW bersabda, “Utama-utamanya sholat di sisi Allah SWT adalah sholat shubuh hari jumat dengan berjamaah” (HR. Abu Nuaim dan Thobroni dari Ibnu Umar). Urutan muakkadnya yaitu, jama’ah sholat jum’at, kemudian jamaah sholat subuh hari jumat, lalu jamaah sholat-sholat subuh di selain hari jumat, lantas sholat isya’, terus sholat ashar, kemudian sholat dzuhur, baru sholat maghrib. Para ulama mengutamakan sholat shubuh berjamaah kemudian sholat isya berjamaah, ini karena keduanya lebih payah. Sebagaimana keterangan al-Aziziy.

قال صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَلَّى صَلاَةَ الصُّبْحِ في الجَمَاعَةِ ثُمَّ جَلَسَ يَذْكُرُ الله تَعَالَى حَتَّى تَطْلعَ الشَّمْسُ كَانَ لَهُ سِتْرٌ مِنَ النَّارِ وَبَرِىءَ مِنَ النَّارِ

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa sholat shubuh berjamaah kemudian duduk berzhikir kepada Allah SWT sampai munculnya matahari, maka perbuatan itu menjadi tameng baginya dan bisa membebaskannya dari api neraka”.

Dalam hadits riwayat Abu Ya’la, Hakim, dan Ibnu Hibban dari Abu Said Al-Khuzhri dengan sanad yang shohih, Rasulullah SAW bersabda, “Sholat seorang laki-laki dalam berjamaah melebihi atas sholatnya sendirian 25 derajat itu (Jika sedang tidak dalam perjalanan). Apabila sholat berjamaahnya dilakukan di tanah yang gersang, lalu ia menyempurnakan wudlu, rukuk dan sujudnya, maka keutamaannya sampai 50 derajat”.

وقال صلى الله عليه وسلم: مَنْ أدْرَكَ الجَماعَة أرْبَعِينَ يَوْما كَتَبَ الله لَهُ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةً مِنَ النِّفَاقِ

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menemui (mengerjakan) sholat berjamaah selama 40 hari maka Allah SWT menulis baginya bebas dari api neraka dan bebas dari kemunafikan”.

Ibnu Hajar berkata dalam kitab Fathul Jawad, “disunnahkan (menjaga) selalu menemui takbiratul ihramnya imam, karena adanya hadits munqothi’. Yaitu hadits yang gugur rawinya satu sebelum sahabat. “Barangsiapa menemui (mengerjakan) sholat berjamaah selama 40 hari selalu menemui takbiratul ihram-nya (imam) maka Allah SWT menulis baginya dua kebebasan, yaitu bebas dari api neraka dan bebas dari kemunafikan”.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa sholat waktu dingin dua dengan berjamaah maka ia masuk surga tanpa hisab”. Maksudnya adalah sholat shubuh dan sholat ashar, karena kedua sholat itu ada di saat-saat dingin, ada di ujung duanya siang. Rasulullah juga bersabda, “Barangsiapa menhadiri sholat berjamaah maka Allah menulis baginya pada waktu berangkat dan kembali (dari sholat berjamaah) 10 kebaikan, menghapus darinya 10 kejahatan dan mengangkat untuknya 10 derajat”.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah (sempurna) sholat seorang tetangga masjid kecuali di dalam masjid”. (HR. Daruquthni dan Baihaqi dari Jabir dan Abu Hurairah). Hadits ini di arahkan ke sholat-sholat ferdlu dan sholat yang disamakan dengan sholat ferdlu (sholat sunnah yang utama dikerjakan berjamaah). Mengerjakan sholat-sholat itu di masjid lebih utama. Selainnya, lebih utama dikerjakan di rumah daripada dikerjakan di masjid. Seperti keterangan al-Azizi.

Dalam hal itu, al-Allamah Manshur At-Thobalawi membuat bait-bait nadhom dari bahar rojaz: Sholat sunah di dalam rumah itu lebih utama, kecuali sholat-sholat yang disunnahkan berjamaah, sholat sunah ihram dan thowaf, duduk i'tikaf, belajar mengajar, sholat dluha, sholat sunah qobliyah jum'at, sholat yang dikhawatirkan terlambat (kalau menunggu dikerjakan di rumah), sholat sunah ketika datang dari pergi atau hendak pergi, sholat istikhoroh, sholat qobliyah dan ba’diyah maghrib juga sholat-sholat qobliyah lain yang telah masuk waktunya. Sedangkan nazhar sholat sunah itu sama seperti aslinya, (kalau utama berjamaah berarti utama dikerjakan di masjid kalau tidak ya tidak).

(وقال صلى الله عليه وسلم: صَلاَةُ الجَمَاعَةِ رَحْمَةٌ وَهِيَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيها.وَالجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ) أي لزوم جماعة المسلمين موصل إلى الرحمة أو سبب للرحمة (والفرْقَةُ عَذَابٌ) أي مفارقتهم، والانفراد عنهم سبب للعذاب.

Rasulullah SAW bersabda, “Sholat berjamaah itu rahmat, ia lebih baik daripada dunia seisinya. Berjamaah itu rahmat sedangkan perpecahan itu azhab”. Artinya Selalu dalam kumpulan orang-orang islam itu bisa mendatangkan rahmat dan bisa menjadi sebab mendapatkan rahmat, sedangkan menjauh dari perkumpulan orang-orang islam itu menyebabkan datangnya azhab.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Author Details