Salahnya Siapa Pak ?


Indonesia adalah negeri yang berkah, negeri yang subur dan kaya raya. Koes Plus, band legendaris pernah menggambarkan kekayaan dan kesuburan Indonesia dalam sebuah lagu yang judulnya “Hanya Kolam Susu”. Namun sebagian besar warganya tidak bisa menikmati kekayaan itu. Mengapa begitu?

Kejahatan demi kejahatan, kecurangan demi kecurangan, ketimpangan demi ketimpangan datang dan pergi begitu saja, tidak banyak yang menemui solusi. Sebut saja salah satunya adalah pencurian. Entah itu yang sifatnya manual dan amatiran, atau yang managerial kelas kakap.

Sebenarnya kalau dirunut akar masalahnya sudah jelas, tapi akar itu sudah menjalar kemana-mana sehingga sulit untuk di jebol dan ditarik keluar begitu saja. Satu di jebol, akar lainnya membesar dan bercabang. Dijebol lagi yang satunya, yang lainnya menjalar panjang sehingga sulit di temukan ujungnya.

Hal ini banyak menuai keprihatinan dari banyak orang, meskipun hanya lewat obrolan-obrolan santai di warjok-warjok pinggiran kota atau di warkop-warkop di daerah-daerah pedalaman. Di antaranya adalah yang sedang asik di bicarakan oleh tiga orang yang sedang Ngopi Bareng di warung Bik Ijah. Yaitu tentang kejadian semalam, ada dua lagi rumah warga yang kemalingan motor.

Omen  : Kasihan sekali mereka ya... Bekerja berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, baru kemudian mampu membeli sepeda motor, yach...baru beberapa bulan di nikmati, sudah hilang di curi orang. Maling-maling kui memang sudah ketutup hati dan perasaannya atau malah sudah tidak berhati dan berperasaan lagi.

Madi    : Iyo, piye yo coro ngatasine, padahal setiap malam sudah ada giliran ronda, tapi lengah sedikit bobol. Aparat Desa..., sudah mengatur warganya agar giliran ronda. Kemiskinan..., wong yang hidupnya serba kecukupan bahkan bisa di bilang hartanya sudah melimpah ruah juga masih kurang, nyatanya, kebanyakan koruptor-koruptor itu kan orang-orang kaya yang rakus. Tambah personil Polisi..., kenapa pemerintah tidak melakukan itu?Apa nggak yakin ya...?

Sudar  : Kalau menurut hemat saya, selama warga Bumimaya ini masih mau membeli motor bodong, motor curian yang harganya relatif lebih murah, dan selama masih berkeliaran oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab siap melayani pembuatan BBKB dan STNK palsu, kayaknya persoalan CuranMor ini tidak akan berujung.

Madi    : Kalau seperti itu, (jawab Kadi) tidak hanya warganya yang perlu di tegur, polisinya juga di tegur, karena ada beberapa oknum yang ikut-ikut juga jual beli motor bodong, bahkan mobil bodong, berarti secara tidak langsung oknum itu adalah penadah barang-barang curian sekaligus juga pelindung dari para pencurinya. Ironisnya, koncone weruh yo diam saja.

Omen  : Kerjane pemerintah terus opo nek ngono iku kenyataane?

Madi    : Tugas pemerintah sudah jelas, yaitu, menggaji para Polisi dan para Pejabat yang terhormat itu setiap bulannya dari uang warga. Hehehe......

Omen  : Maksudku gak ngono iku, seharusnya pemerintah menindak tegas mereka.

Madi    : Lho... sudah-kan..., Pemerintah, Polisi, dan warga sudah saling bahu-membahu mengatasi itu semua, buktinya pelaku CuranMor atau pembuat BBKB dan STNK palsu sudah banyak yang di bekuk dan di masukkan kepenjara, seperti jare berita-berita kriminal, koyo sidik, kasus, patroli dan lain-lain.

Sudar  : Ala... menurutku malah goro-goro acara-acara seperti itu, para pencuri-pencuri amatiran jadi tambah pengalaman. Dulu tidak tahu caranya bukak kontak dengan gampang, gara-gara nonton tivi dadi iso. Dulu tahunya kunci T, gara-gara nonton tivi jadi tahu cairan yang bisa dipakai mbobol kunci. Iyo to? Mas Madi benar, (lanjut Sudar) para pelaku kejahatan secara umum memang sudah banyak yang diadili dan masuk penjara, Tapi kan yo pelaku-pelaku yang nggak punya dekengan, atau yang punya dekengan tapi yang dekengannya masih kroco-kroco. Coba yang  punya dekengan hebat??? Apa mereka kesentuh hukum???

Omen  : Walah... walah, Bumimaya... Bumimaya..., riwayatmu kini, mbulet koyo benang ruwet.

Sudar  : Ehemm...!!! Opo meneh surat-surat motor, Surat Ijin Mengendarai (SIM) Istri saja di palsukan, anehe yo ono seng gelem nerimo mergo murah. Hehehe....

islamiro

Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah Wal Jama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah NKRI

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak